Tahukah Anda, titik terpadat yang ada di Kota Bogor?
Titik terpadat di Kota Bogor berada di Bogor Tengah! Kawasan ini menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas masyarakat, sehingga memiliki konsentrasi penduduk dan bangunan tertinggi dibanding wilayah lain.
Fakta Peta Data:
- Bogor Tengah menyumbang lebih dari 25–30% area terpadat di kota.
- Disusul Bogor Selatan & Bogor Timur dengan kepadatan sedang–tinggi.
- Hampir 40–45% wilayah Kota Bogor termasuk kategori padat–sangat padat.
Yuk kita bahas pemaparan singkat dari analisa kepadatan di kota Bogor pada peta yang ditampilkan.

Peta 1: Average Population Density - Village Level, Kota Bogor – Indonesia
Peta ini memberikan gambaran bahwa Pusat Kota Bogor adalah titik terpadat, dengan kepadatan tinggi baik dari jumlah penduduk maupun bangunan. Pinggiran kota relatif lebih longgar dengan kepadatan rendah hingga sedang. Data ini penting untuk perencanaan kota, pembangunan infrastruktur, dan analisis demografi. Berdasarkan peta kepadatan penduduk Kota Bogor, wilayah terpadat berada di Kecamatan Bogor Tengah yang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas masyarakat. Kawasan ini menyumbang sekitar 25–30% area terpadat kota, disusul sebagian wilayah Bogor Selatan dan Bogor Timur dengan kontribusi sekitar 15–20%. Jika digabungkan, hampir 40–45% dari total wilayah Kota Bogor tergolong padat hingga sangat padat, sementara sisanya memiliki kepadatan sedang hingga rendah.

Peta 2: Population Density Heatmap – Kota Bogor, Indonesia
Dari peta ini terlihat bahwa pusat Kota Bogor (Bogor Tengah, sebagian Bogor Timur, Bogor Selatan, dan Bogor Barat) berwarna oranye–merah, menandakan daerah dengan konsentrasi penduduk tertinggi. Wilayah terpadat di Kota Bogor adalah Bogor Tengah, meluas ke sebagian Bogor Selatan dan Bogor Timur. Data WorldPop (heatmap), Sentinel (bangunan), dan BPS (resmi) saling menguatkan bahwa pusat kota adalah konsentrasi penduduk tertinggi. Secara visual, sekitar 40–45% area Kota Bogor masuk kategori padat–sangat padat, sedangkan pinggiran kota lebih jarang penduduk.

Peta 3: Built Area Density – Kota Bogor, Indonesia
Dari peta terlihat bahwa pusat kota dan koridor jalan utama adalah area dengan konsentrasi bangunan paling tinggi (ungu pekat), sementara bagian pinggiran kota lebih longgar dengan dominasi oranye. Pusat Kota Bogor memiliki konsentrasi bangunan dan penduduk paling tinggi → terutama di Kecamatan Bogor Tengah, serta sebagian Bogor Selatan dan Bogor Timur. Pinggiran kota lebih jarang terbangun, dengan kepadatan penduduk rendah hingga sedang. Ketiga peta (Sentinel, BPS, WorldPop) saling melengkapi, menegaskan bahwa pusat kota adalah titik terpadat baik dari sisi bangunan maupun populasi.
Dari ketiga peta terlihat bahwa pusat Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Tengah dan sekitarnya, merupakan wilayah dengan konsentrasi tertinggi baik dalam kepadatan bangunan maupun jumlah penduduk. Hal ini ditunjukkan oleh peta kepadatan area terbangun (Sentinel) yang memperlihatkan dominasi warna ungu pekat di pusat kota, peta kepadatan penduduk versi BPS yang menempatkan Bogor Tengah sebagai area dengan >300 jiwa/km², serta peta estimasi WorldPop yang mengonfirmasi distribusi penduduk terpadat di area yang sama. Sementara itu, wilayah pinggiran Kota Bogor cenderung lebih jarang terbangun dan memiliki kepadatan penduduk lebih rendah, menegaskan adanya konsentrasi aktivitas dan urbanisasi yang terpusat di inti kota.
