Rasio Keterganungan di Kota Semarang dan Implikasinya terhadap Dunia Usaha

Apa Itu Rasio Ketergantungan dan Kenapa Penting Buat Kita? Rasio ketergantungan (dependency ratio) adalah ukuran yang membandingkan jumlah individu non-produktif (anak-anak dan lansia) dengan individu produktif (usia kerja). Peta yang ditampilkan menunjukkan rasio ketergantungan di Kota Semarang. Istilah ini mungkin terdengar rumit, tapi sebenarnya gampang kok: rasio ketergantungan itu ukuran berapa banyak orang yang belum atau sudah tidak bekerja (anak-anak dan lansia) dibandingkan dengan orang yang sedang usia kerja.

Kalau angka rasionya tinggi, artinya lebih banyak orang yang “ditanggung” oleh kelompok usia kerja. Kalau rendah, berarti lebih banyak orang yang bisa produktif.

Kenapa hal ini penting untuk diketahui para entrepreneur?

  1. Tenaga kerja tersedia atau langka: Kalau orang usia kerja jumlahnya lebih sedikit, dunia usaha bisa kesulitan cari pekerja. Akibatnya, biaya tenaga kerja bisa naik.
  2. Daya beli masyarakat: Semakin banyak orang bergantung pada kelompok usia kerja, semakin berat beban ekonominya. Ini bisa bikin daya beli turun, dan tentu berpengaruh ke bisnis atau usaha yang mengandalkan konsumsi masyarakat.
  3. Strategi bisnis berbeda: Di daerah dengan banyak anak-anak atau lansia, perusahaan bisa menyesuaikan produk. Misalnya, lebih banyak produk pendidikan untuk anak-anak, atau layanan kesehatan untuk orang tua.
  4. Dorongan teknologi: Kalau tenaga kerja makin berkurang, perusahaan biasanya terdorong pakai teknologi atau mesin otomatis supaya tetap produktif.
  5. Potensi SDM: Kalau rasio ketergantungan rendah, artinya banyak orang usia kerja. Ini peluang besar untuk produktivitas, asal mereka dibekali pendidikan dan keterampilan yang cukup.

Seperti pada gambar peta yang disajikan, Rasio Ketergantungan yang dihitung apabila dikaitkan dengan segmentasi berdasarkan usia penduduk, rasio ketergantungan membagi populasi menjadi kelompok usia non-produktif (anak-anak dan lansia) dan kelompok usia produktif (dewasa usia kerja). Setiap kelompok memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda, sehingga bisnis dapat mengembangkan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kelompok demografis ini, seperti:

  • Produk untuk anak-anak (pakaian, makanan bayi, mainan).
  • Layanan untuk orang lanjut usia (layanan kesehatan, asuransi, produk perawatan).
  • Produk dan layanan untuk dewasa usia produktif (pakaian kerja, teknologi, pendidikan).

Dan apabila dikaitkan dengan segmentasi berdasarkan kebutuhan masa depan, di pasar dengan rasio ketergantungan yang rendah (populasi usia produktif yang besar), bisnis dapat memanfaatkan peluang untuk menciptakan produk yang fokus pada pengembangan karir, teknologi, atau hiburan. Sebaliknya, di pasar dengan rasio ketergantungan tinggi, fokusnya mungkin bergeser ke arah kebutuhan pensiun, layanan kesehatan, atau pendidikan anak.

Rasio ketergantungan ini bukan sekadar angka, tapi bisa kasih gambaran bagaimana kondisi ekonomi dan peluang bisnis di suatu daerah. Jadi, memahami data ini membantu pemerintah, pelaku usaha, bahkan kita sebagai masyarakat untuk bisa lebih siap menghadapi tantangan maupun peluang ke depan.